• Thank you friends readers and passers-by for your continuous support to my blog. I will not be able to update often now and many articles and short story left hanging in the draft box due to the pressure of time lately but nevertheless I am trying to cope with it and will post few as time goes by.

    Pleasant day and have a good life.

    Love

    Sanaa

    Good things come to those who wait.
    Better things come to those who try.
    Best things come to those who believe.
    Desired things come to those who pray.

    "Islamic Thinking"

    A good traveler has no fixed plans, and is not intent on arriving.
    Lao Tzu

  • September 2010
    M T W T F S S
    « Aug   Oct »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    27282930  
  • Archives

Detik Dan Waktu

Buka puasa hari ini di Melaka
Di rumah kedua ayah dan bonda
Masak untuk adik beradik semua
Lepas itu sang pencerita pulang ke KL semula

Sewaktu memasak sang pencerita terbayang
Basuh ayam fikiran juga melayang
Teringat cjoli moli dengan carpet terbang
Lalu sang pencerita telek supaya tenang

Ku teringat article yang baru berlalu
Nyanyian moli menusuk kalbu
Joli telah kita ketahui terlebih dahulu
Keserasian mereka terus di speku

Sang Pencerita tidak pernah speku
Angan-angan ku saja terlebih setiap waktu
Senyum senggeh bila ku dapat tahu
10% 20% coincidence dalam anganku

Ku impi kini melihat mereka
Bernyanyi berdua seperti orang berkata
Pasti merdu gandingan suara
Hmm itulah dia Uda dan Dara

Anak bulan Syawal awal buat mereka
Sudah bertemu ibunda tercinta
Pesanan ibu terngiang di telinga
Menjaga diri dan budi pekerti mulia

Jauh juga perjalanan hari ini
Semasa pergi cemasnya cjoli
Bertemu ibu kekasih hati
Pulang pula resah terasa di hati moli

Sekali sekala di jeling juga
Dara jelita yang duduk di sebelahnya
Terkunci mulut untuk terus berkata
Gurau senda tidak kedengaran sejak lama

Dara pula merenung jauh di angkasa
Entah apa yang di renung senyap adanya
Lagu berkumandang menyentuh rasa
Tiba-tiba mereka bertentang mata

Mahu saja Uda memberhentikan kereta
Supaya Dara melerai rasa
Gelodak di hati antara mereka
Setelah bertemu dengan ibunda tercinta

Lalu Uda memberanikan diri
Jari jemari Dara dalam genggaman kini
Masih bisu berdiam diri
Genggaman di erat masih tiada reaksi di beri

Dalam diam reaksi di beri
Genggaman erat bertaut kini
Tanpa bicara sepatah kata
Melayari hati yang penuh cinta

Terima kasih wahai adinda
Kerana sudi menemui bonda
Sama-sama kasih wahai kekanda
Gembira di hati tidak terkira

Senyuman Uda panjang berjela
You make my day Uda berkata
You always make my day itulah kata Dara
Di balas senyuman pipi berubah warna

Senang benar Dara begitu
Bila malu muka merah dahulu
Uda pula suka melihat tanpa jemu
Wajah kekasih idaman kalbu

Bila saja halangan menimpa
Kerna cinta ada ku tetap setia
Hanya dikau dan asmara
Membuat hidupku bagai
Dalam Syurga

Indahnya lirik lagu yang di dendang
Siulan Uda asyik memandang
Kanda memandu…janganlah dok asyik berangan
Nasihat Dara yang dalam kebimbangan

Lalu tangan di bawa ke dada
Untuk di dengar degupan bergema
Bagai nak pecah dadaku wahai adinda
Tolonglah leraikan gelodak rasa

Nak dinda pahat dadamu semula?
Supaya kukuh tidak pecah pula
Nakal dan manja sudah bermula
Jelingan manja di antara mereka

Jangan terus di beri jelingan itu
Jantung dan kaki semakin kaku
Hmm nak dinda tahan bas yang lalu
Supaya lega gelodak rasa

Lagu yang sama masih berputaran
Uda gemar irama serta dendangan
Lagu duet mengusik perasaan
Buat mereka di alam percintaan

Jika kau tanya pada rembulan
Mengapa cahaya berseri-seri
Tentu jawabnya kepadamu
Kerna dikau cinta padaku

Dua insan sedang bercinta
Dua insan berjanji setia
Telah ku katakan padamu oh! sayang

Hanya kuasa Tuhan dapat memisahkan
Itulah bait rangkap yang kedengaran
Asyiknya Uda dan Dara belayar angan
Doaku jangan terbabas dalam keghairahan

Keluhan berat Uda lepaskan
Janji di lafaz bukan mainan
Kasih yang ada memang tersimpan
Untuk Dara yang menjadi pujaan

Sehingga kini dinda diam membisu
Tidak ku paksa sejak dahulu
Cuma apalah kiranya ku diberitahu
Jawapan soalan yang pernah di aju

Penantian yang ada suatu penyiksaan
Kasih yang mekar mengajar kesabaran
Akan tetap ku tunggu jawapan
Walaupun lama ia juga kebahagian

Berat benar keluhan di beri
Dara bertanya apakah erti
Mata melirik menagih simpati
Semuga ada jawapan yang di beri

Hehehe tawa Dara amat menggoda
Kanda tidak tanya nak ku jawab apa
Wahai adinda buah hati kanda
Soalan ku aju setahun lamanya

Aduhh duhh duhh itu soalan lama
Dinda dah jawab…kanda yang lupa
Mana ada?…keras saja bunyinya
Kanda yang lupa…dinda pula di tuduh menduga

Eh eh nanti dulu
Dinda pula yang dah terkeliru
Apa ya soalan yang pernah di aju
Siapakah kekasih hatiku…apakah begitu?

Eee eee Uda mahu menggigit jari
Dara menarik…jomlah kita berhenti
Uda merenung mencari pasti
Senyuman manis lalu di beri

Jalan berdua nampak manja
Senyum di bibir tiada rahsia
Mata melihat penuh tanda tanya
Apakah mungkin permainan silap mata

Jari jemari dalam genggaman
Tidak di hirau semua pandangan
Kalau di ikut ingin saja di tonjolkan
Mesra dan manja buat tontonan

Uda dan Dara tidak perlu
Menyakin semua setiap waktu
Detik indah mekar selalu
Hanya berdua saja yang tahu

Perjalanan berdua menarik perhatian
Sama cantik sama padan
Setiap pergerakan asyik jadi tontonan
Mencari pasti bukan lagi mainan

Tidak perlu di speku tentang mereka
Restu keluarga telah di terima
Kasih yang ada bertambah mekar adanya
Jujur dan percaya pesanan di terima

Permulaan waktu berliku liku
Tabah mengharungi meniti waktu
Kekuatan iman itulah yang berlaku
Menangkis godaan tanpa jemu

Tiada banyak yang di bicara
Mungkin telah ada muafakat di antara mereka
Bila hati mula berkata
Restu keluarga mengiyakan segala

Badan letih ku sambung tidur dahulu
Bila siang ku fikir benda baru
Cjoli moli dalam setiap detik dan waktu
Doa di iring jangan asyik nak speku

Sang Pencerita belajar melihat
Dari mata hati supaya tiada jahat
Janji yang sekian lama terpahat
Semuga kehidupan membawa berkat

Aturan Allah itulah amanah yang ada
Mudah berkata kita tidak tahu semua
Kalau benar dalam hati ada mereka
Teruskan bermohon semuga bahagia hendaknya

Empat hari terakhir di bulan puasa
Tabir Syawal sudah ada bayangnya
Letih dan penat tidak di rasa
Itulah hikmah orang yang berpuasa

Owned and written by : Sanaa 04/09/10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: