• Thank you friends readers and passers-by for your continuous support to my blog. I will not be able to update often now and many articles and short story left hanging in the draft box due to the pressure of time lately but nevertheless I am trying to cope with it and will post few as time goes by.

    Pleasant day and have a good life.

    Love

    Sanaa

    Good things come to those who wait.
    Better things come to those who try.
    Best things come to those who believe.
    Desired things come to those who pray.

    "Islamic Thinking"

    A good traveler has no fixed plans, and is not intent on arriving.
    Lao Tzu

  • September 2010
    M T W T F S S
    « Aug   Oct »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    27282930  
  • Archives

Sucinya Cinta

Burung merpati terbang sekawan
Hinggap se ekor di hujung dahan
Dalam hati penuh kerisauan
Ke manakah menghilang kekasih pujaan

Puas di renung dan di fikir
Apakah mungkin di salah tafsir
Hati marah namun senyum masih terukir
Aduhai kekasih puas sudah duduk memikir

Wahai Uda jauh benar menungan
Di manakah Dara yang di rindukan
Dinda di sini sanggup meneman
Usahlah Uda malu dan segan

Jangan di turut sangat perasaan
Orang jauh buang saja dari ingatan
Dinda yang ada duduk berdepan
Luahkan rasa biar dinda leraikan

Jagalah maruah dan harga diri
Kaum perempuan tidak seharusnya begini
Jagalah tingkah laku dan peribadi
Tutur bicara dan budi pekerti

Tiada yang lain dalam hati ku ini
Hanya Dara tidak mungkin bertukar ganti
Kasih ku sulam ikhlas di hati
Pesanan ibu tetap ku ingati

Uda saja yang duduk merindui
Dara kini hilang menyepi
Entah-entah teruna lain ada di sisi
Cintamu tidak pernah Dara hargai

Lancang benar lidahmu berkata
Bicara di tutur tanpa ada buktinya
Kalau bukti yang Uda minta
Silakan ikut bersama dinda

Telah ku tahu jantan betina
Helahmu telah di ketahui semua
Masih tidak menyesal dengan perbuatan lama
Dara pula hendak di tohmah jua

Ini Melur wahai Uda
Tidak kalah walaupun taufan melanda
Tiada beza Melur dan juga Dara
Akan tetap ku rampas Uda darinya

Mulut berbisa buruk padahnya
Tuduhan melulu juga berdosa
Godaanmu tidak bermakna
Kerana kasih ku tidak mengenal curiga

Ku mohon diri pergi dahulu
Masih ada tugas menanti diri ku
Pulanglah Melur membantu ibu
Tidak usah membuang membazir waktu

Mentari petang cerah berwarna
Uda tekun melaksanakan kerja
Salam di dengar bergetar jiwa
Apakah benar itu suara si Dara?

Uda menoleh Dara menanti
Hilanglah rindu yang bergelora tadi
Senyum terukir melihat pujaan hati
Melur melihat dengan cemburu sekali

Ke mana gerangan hingga tiada pesan
Meninggalkan kanda dalam kebingungan
Maafkan dinda bukan di sengajakan
Adinda teruna perlukan bantuan

Di manakah adinda teruna berada
Terjadi apakah pada dirinya
Kemalangan kecil yang menimpa
Tidak mampu bergerak seminggu lamanya

Wahai dinda buah hati kanda
Kenapa tidak di utuskan berita
Boleh kanda membantu jua adanya
Apakah dinda seorang ke sana

Ibu sentiasa ada bersama
Maaf dinda mohon buat sekalian kalinya
Kami beredar tergesa-gesa
Bila kabar di terima ibu gundah gulana

Puas juga kanda berfikir begitu lama
Ke mana gerangan langsung tiada berita
Rumah juga kosong tiada penghuninya
Janji dinda jangan di ulang buat kali kedua

Kabarkan saja yang kau dengan lain teruna
Hendak berselindung di sebalik mana
Telah ku kumpul segala bukti buat Uda
Supaya sedar dirinya di aniaya

Wahai Melur kenapa berdusta
Menuduh Dara sedemikian rupa
Demi Allah Dara menjaga adinda teruna
Di kampung seberang bersama ibunda

Huh adinda teruna atau kekasih Dara?
Tidak mungkin Melur melihat Uda kecewa
Dek kerana perbuatan Dara yang durjana
Menyata kasih tapi bermain kayu tiga

Benar sudah kamu tidak siuman
Menuduh Dara yang bukan-bukan
Telah ku nyata bilangan jutaan
Kasih dan cinta ku hanya pada Dara pujaan

Tidak kah kau sedikit merasa kasihan
Pada diriku yang sering dalam penantian
Uda tidak pernah meletak perasaan
Melur hanya sebagai kawan sepermainan

Janganlah di harap pada yang empunya
Telah ku nyatakan kasih tidak sudi kau menerima
Kenapa cinta Uda masih di tagih sedemikian rupa
Jangan sampai hilang maruahmu sebagai wanita pula

Dara sudah tidak keruan rasa
Suara Damak memecah suasana
Pengalaman lalu masih terasa
Ketika Melur dan Damak bersengketa

Uda berkata meleraikan suasana
Terima kasih Melur kerana cinta yang ada
Namun cintaku hanya buat Dara
Tidak akan berubah walau taufan bergelora

Wahai Damak janganlah terus sengketa
Jujur dan ikhlas mencurah rasa
Melur juga harus percaya
Cinta Damak tulus dan setia

Damak dan Melur berdamailah
Dara mohon seorang untuk mengalah
Lupakan saja perkara yang telah sudah
Janganlah kita asyik terus berbalah

Terlalu mudah tuan hamba berkata
Hatiku remuk tiada ubatnya
Relaku mati dari terus merana
Melihat kalian bahagia berdua

Terketar Dara mendengar ucapan
Mengucap Melur jangan terus di ikut perasaan
Dara percaya masih banyak hikmah yang tersimpan
Marilah kita sama-sama bersyukur dengan segala pemberian

Melur tidak berkata apa
Dara juga tidak berani untuk terus berkata
Telah di pujuk demikian juga
Mungkin waktu akan menyembuh luka

Akhirnya Uda bersuara
Hamba mohon diri dahulu wahai tuan hamba
Matahari hilang tanda waktu hendak senja
Tentu ibunda risau tentang Dara

Marilah Melur ikut serta
Biarkan Melur sendirian sahaja
Dara melepas keluhan kecewa
Melihat Melur dengan kedegilan yang ada

Kalau begitu Dara mohon diri
Dara harap janganlah terus begini
Terima kasih Dara kerana pesan di beri
Tetap ku kenang hingga akhir hayat ini

Uda dan Dara mengundur diri
Tinggallah Damak dan Melur sendiri
Tiada pesanan yang Uda beri
Cuma bersalaman dan berlalu pergi

Berakhir sudah episode duka
Uda dan Dara kekal bahagia
Kini sudah menimang lima cahaya mata
Comel dan cantik seperti ibunya

Tiga putera dan dua puteri
Ayahanda gembira bekerja keras lagi
Cinta dan kasih kian bersemi
Kasih Uda beri Dara menerima dengan senang hati

Terima kasih wahai kekanda
Atas pujian yang di beri sentiasa
Terima kasih wahai adinda
Memberiku bahagia dan juga cahaya mata

Senyum berdua nampak di mana-mana
Tidak lekang dari pandangan mata
Cerita purba idea Sang Pencerita
Yang agak tandus selepas menyambut raya

Namun di harap sudi membaca
Melayar kenangan bersama Uda dan Dara
Apapun cerita dan watak yang di bawa
Mereka tetap pasangan serasi sepanjang masa

Bilalah kabar boleh di dengari
Halwa telinga dendangan hari-hari
Sang Pencerita pasti wartawan mencari bukti
Untuk di sebar ke serata negeri

Setiap hari bermacam spekulasi
Uda sekarang lebih mendiamkan diri
Tidak mungkin di bongkar rasa di hati
Hanya Dara yang tahu degupan berbunyi

Dara juga makin sunyi
Hanya sesekali kedengaran di sana sini
Hmm berbahagialah sepasang merpati
Doa kami iring setiap hari

Sang Pencerita mengundur diri
Kerja yang banyak hendak di teliti
Hujung tahun bakal menjenguk lagi
Jangan nanti bonus boss tak beri

Bye semua moga ketemu lagi
Dengan cerita yang mencuit hati
Malam nanti ku terbang sana sini
Pasang teropong hendap cjoli moli

Owned and written by ; Sanaa 21/09/10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: