• Thank you friends readers and passers-by for your continuous support to my blog. I will not be able to update often now and many articles and short story left hanging in the draft box due to the pressure of time lately but nevertheless I am trying to cope with it and will post few as time goes by.

    Pleasant day and have a good life.

    Love

    Sanaa

    Good things come to those who wait.
    Better things come to those who try.
    Best things come to those who believe.
    Desired things come to those who pray.

    "Islamic Thinking"

    A good traveler has no fixed plans, and is not intent on arriving.
    Lao Tzu

  • Archives

Bila Berjumpa

Pantun berasal dari Melaka
Dondang Sayang Baba dan Nyonya
Cerita adik dan abang setahun lama
Bermacam gelaran sang pencerita guna

Andainya Hang Jebat di kata menderhaka
Hang Tuah pula menyimpan rasa
Walaupun ada hati pada puteri raja
Di pendamkan sahaja kerana dirinya orang biasa

Adik dan abang mesti bersua
Melepas rindu yang sudah bertakhta
Wahai dinda permata hati kanda
Adakah sakit menanggung rasa?

Anak beruk di kayu rendang
Angin bertiup pohon bergoyang
Andainya dinda menanggung rasa
Kenapa kanda bagai nak gila?

Budak-budak bermain rakit
Rakit di main turun ke muara
Adik dan abang asyik sakit-sakit
Dek kerana rindu menanggung rasa

Abang merenung adik penuh manja
Bagai di belai dengan matanya
Tertunduk adik malu terasa
Merah di pipi itulah tanda

Banyak sungguh adegan di malam ini
Tidak bergerak mata berfungsi
Aduhai kenalah sang pencerita buka dictionary
Untuk mencari tafsiran dalam ilusi

Hinggap se ekor si burung merak
Lehernya panjang bersuara serak
Pandangan kanda tidak bergerak
Apa di fikir sehingga tersentak?

Wajahnya dinda menawan kalbu
Hilang sehari timbullah rindu
Kenapa masih dinda asyik meragu
Perit hatiku tiada siapa yang tahu

Tampan segak anak Melayu
Dirimu saja idaman kalbu
Hatiku merintih menanggung rindu
Bukankah begitu wahai kandaku?

Budak-budak bermain kotak
Mari di main bersama Pak Andak
Telahpun tahu hati ini berkocak
Kenapa masih di buat tak nampak

Suluh pelita di malam hari
Gelap suasana tiada bulan menyinari
Kasih telah lama ku beri
Rindu pula tanggunglah sendiri

Tawa berdua sungguh manja
Nak ambil order menengok mereka
Pura-pura tak nampak pelayan depan mata
Bermain mata sehingga terlupa

Di betul suara menyedarkan mereka
Sang Pencerita senyum tidak terkira
Bila abang betulkan duduknya
Yang hampir jatuh merenung adik manja

Masih tidak berkelip mata
Pesanan di beri oleh si Dara
Amboi tahu saja Uda nak makan apa
Tidak perlu di tanya terus di order

Untungnya diri tiada siapa yang mengetahui
Mengintai mereka sepanjang hari
Bila di buka catitan di beri
Eh katanya Dara tidak sihat tadi

Uwahh untuk abang sanggup berkorban
Eh tidaklah…jumpa abang demanpun hilang
Apalah sang pencerita hilang pula haluan
This is Uda dan Dara bukan lain orang

Ok ok sorry sorry tidak terbilang
Itulah bila asyik duduk memandang
Wajah berdua yang berkilau-kilauan
Hampir terlupa segala perumpamaan

Cahaya bulan sedang mengambang
Adik di renung abang tersayang
Duduk jauh terkenang-kenang
Itulah tandanya kasih dan sayang

Ubi keladi di masak lemak
Jangan nakal nanti di beritahu emak
Makanan di hidang amatlah enak
Abang memandang adik mengelak

Sudahlah kanda…pinta Dara
Jangan di renung nanti hilang segala
Uda tertawa mendengarkannya
Permintaan Dara menambah kasih yang ada

Hebat sungguh kasih mereka
Cinta di sulam penuh bermakna
Bukan kerana pangkat dan harta
Hati melihat terserlah di mana-mana

Makanan terhidang enak di rasa
Jeling menjeling manja dan mesra
Orang memandang tertanya-tanya
Kilauan wajah cantik tidak terkira

Aura berdua jangan di tanya
Kelebihan di beri Yang Maha Esa
Jodoh pertemuan juga aturan dariNYA
Match make in heaven tidak silap orang berkata

Inilah pasangan dekad ini
Menjadi contoh pada muda mudi
Kasih yang lahir dari hati
Terpancar di wajah berseri-seri

Bersembang bercerita berbisik di buai rasa
Senyap dan sunyi dari semua
Ingin melihat pasangan bahagia
Syukur ku panjat pada Yang Esa

Suka benar sang pencerita
Bila melihat mereka gembira
Hanya menunggu detik dan masa
Cincin tersarung di jari Dara

Cerita berulang jadi nyata
Ibu menangis tanda gembira
Anakanda kini telah berdua
Dara jelita baik tingkah laku dan budi bahasa

Malam ini mereka berjumpa
Sang Pencerita dapat mengekorinya
Tempat dan masa biarlah rahsia
Cukuplah dengan kabar gembira

Pulang nanti ku susun semua
Dari awal pertemuan menjejak rasa
Bahagian yang kosong juga telah sedia
Gambar si comel buah hati mereka

Semuga rezeki merimpah ruah
Di beri kasih kurniaan Allah
Ikuti lagi kisah mereka…Insha’Allah
Sang Pencerita rakam tidak sudah-sudah

Bila gambar sang pencerita cuci
Akan ku tatap setiap hari
Mesti ada yang tercuit di hati
Untuk ku terus menulis di sini

Sang Pencerita masih berharap komen di beri
Bagi menambah rasa, perencah dan isi
Manalah tahu ada teropong lebih canggih kini
Melihat mereka berdua sedang menyanyi

Biarlah sang pencerita berhenti di sini
Kita sambung di lain hari
Si hitam manis memang menggoda
Dara mengaku berlapik bahasa

Owned and written by : Sanaa 06/10/10

2 Responses

  1. salam san..

    sory teman lama tak kemari
    nk beri komen pun tak de isi
    takut nnti bkn saje hilang seri
    yg membaca pun terus lari..

    bkn niat teman tak nk sertai
    tp teropong teman kabur sekali
    tak de cite yg blh dikongsi
    cuma tumpang baca and senyum sendiri2..

    dh ku ketinggalan berhari-berhari..
    klu nk kadho tak cukup takat satu hari
    perlu diasah otak yg dh hampir beku ni
    supaye komen ku nnt tak di pandang sepi..hihi

    forum pegi tak kembali lg
    kini tinggal blog sang pencerita yg menghiasi
    ku percaye sang pencerita semangatnye tinggi
    bila tiba bab uda dara or cjoli moli..

    • Wa-salam Dee

      Terima kasih sudi kemari
      Sesungguhnya semangat memang tinggi
      Lebih-lebih bila bercakap tentang cjolimoli
      Pasangan sepadan dan serasi

      Apatah lagi ada angin meniup kini
      Dikatakan makin akrab dari sehari ke sehari
      Berbunga-bunga hati teman mendengar ini
      Ku harap coretan ku lagilah berseri-seri

      Itulah dulu buat pagi ini
      Silalah sarapan jangan masuk angin nanti
      Lain kali singgahlah lagi
      Untuk teman membaca komenmu lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: