• Thank you friends readers and passers-by for your continuous support to my blog. I will not be able to update often now and many articles and short story left hanging in the draft box due to the pressure of time lately but nevertheless I am trying to cope with it and will post few as time goes by.

    Pleasant day and have a good life.

    Love

    Sanaa

    Good things come to those who wait.
    Better things come to those who try.
    Best things come to those who believe.
    Desired things come to those who pray.

    "Islamic Thinking"

    A good traveler has no fixed plans, and is not intent on arriving.
    Lao Tzu

  • Archives

Melawat Kawasan

Salam Jumaat pada semua di sini
Hari yang sepi dan sunyi
Duduklah sebentar sang pencerita tadi
Lalu teringat lagi pada cjolimoli

Nak ku skodeng teman dah bercuti
Entah ke mana tiada kabaran di beri
Tiba-tiba teringat pada teropong sakti
Ku panggil datang untuk berdiskusi

Dalam diskusi kepalanya pusing sana sini
Eh eh sang pencerita itupun dia cjolimoli
Ohh pergi melawat ladang sejak semalam lagi
Itulah agaknya senyap dan sunyi

Kertas ku ambil idea di beri
Sambil melihat senyumku tak henti
Berpegang tangan di kebun sejak tadi
Takut jatuh dan terseliuh kaki

Cantik sudah kawasan tani
Bersih dan kemas di jaga rapi
Kolam ikan penuh sebelah kiri
Kanan dan tepi di tanam cili api

Lopak yang ada tidak di geruni
Dara suka kerana alam semulajadi
Kebun bukannya semak dan berduri
Andai tercalar adatlah menjadi pak tani

Uda perkenal Dara pada pekerja
Senyum di beri pada bakal lady boss mereka
Terpukau juga pandangan yang ada
Maklumlah sebelum ini tak pernah berjumpa

Senyuman di beri pekerja gembira
Cik tak kekok nampaknya
Baik-baik dan berhati-hati bimbang tergelincir nanti
Tanah lembab hujan baru saja berhenti

Terima kasih ucapan di beri
Dah makan bang, Uda bertanya kini
Belum lagi Uda, Kak Timah belum panggil lagi
Dah siap nanti barulah di panggil kami

Baiklah bang, kami nak ke sana
Melihat sawah dan dusun juga
Oh ya Uda, duit jualan ada pada bonda
Tak banyak tapi dah juga merasa

Terima kasih Uda ucapkan
Alhamdulillah di iringi senyuman
Sedikitpun itulah tanda usaha
Tak di mula tak akan berjaya

Mari dinda kita ke sana
Untuk melihat rumah pekerja
Amboi rajinnya mereka menjaga
Bersih sungguh tanamanpun ada

Uda merancang dengan bijaksana
Supaya projek berjalan sempurna
Hasil di tuai di kongsi bersama
Menambah modal tiada hutang berganda

Pohon buah-buahan ada juga
Rambutan, manggis, durian dan juga kelapa
Tiada musim hanya pokok sahaja
Air kelapa pandan idaman Dara

Dara memandang alam sekeliling
Bendang, sungai dan kebun ingin di pusing
Ternyata damai dan tidak bising
Angan terhenti telinga berdesing

Ishh bikin kacau saja kamu
Dara marah pada nyamuk yang lalu
Marah benar dinda…boleh kanda tahu
Nyamuk se ekor mengganggu anganku

Hmm di marah nyamuk…apalah ia tahu
Di pukul satu sepuluh menderu
Jom kita petik kelapa dahulu
Nanti lewat…masih ada tempat hendak di tuju.

Sampai di kebun Dara gembira
Melihat manggis, rambutan rendang pula
Sayang sungguh buahnya tiada
Kalau tidak sudah ku panjat adanya

Wahai manggis kenapa tidak berbunga
Musim depan amatlah lama
Jangan dinda nak mengada-ngada
Banyak kerengga di atas sana

Alahh kanda…kerengga semut juga
Di gigit sakit nanti ku sapu minyak pala
Kalau di tepis larilah ia
Bukan macam kanda…sakitnya dinda yang rasa

Eh eh kenapa buntang biji mata
Apa salah yang dinda kata
Memang salah kerana kanda tidak buat apa
Di colek pun tidak menuduh pula

Itulah yang dinda kata
Dicolek belum sakitnya sudah di rasa
Kalau di cubit tinggalkan tanda
Tangan di guna tidak tahu jadi apa

Dinda kenal tak apa ni
Kelapa pandan kanda kata tadi
Andai di lepas lebam nampak di kaki
Kata-katamu menyakitkan hati

Hahaha kekanda ku sudah sakit hati
Nantilah dinda beri serapah jampi
Sebelum itu marilah kita pergi
Terjun sungai dari tebing sini

Dara menoleh kanan dan kiri
Senyum manja Dara beri
Uda geram tidak terperi
Eee eee rasa nak di cekik kekasih hati

Marilah kanda kita pergi
Dara menarik tangan tidak sabar lagi
Uda mengalah tidak sampai hati
Pujukan Dara sebenarnya lemah segala sendi

Sang Pencerita memang suka buat cerita
Idea di beri mesti di tulis juga
Suatu hari pasti jawapan di terima
Anganku sudah jadi nyata

Air sungai jernih mengalir
Tidak sabar rasanya nak main air
Dara ingin saja hendak terjun
Uda melarang nanti basah lencun

Oi oi cik adik sabarlah dahulu
Mari sini kita diri atas batu
Kita melihat pemandangan di sini
Hijaunya alam ciptaan Ilahi

Dara memandang senyuman di beri
Ada sangsi dalam hati
Bila melihat Uda menahan senyum tadi
Tak mengapa kanda…dinda berdiri di titi

Sampainya hati wahai adinda
Meninggalkan diriku merana
Oh sorry production house masih di rencana
Di sini kebun camera tidak di bawa

Tawa kedengaran memecah sunyi
Aliran sungai merakam memori
Inilah tempat cjolimoli
Membina keluarga mencari rezeki

Dara duduk di atas titi
Kaki di juntai senang di hati
Melihat arus sungai lapang di rasai
Suasana alam bersih dan wangi

Tiupan angin menyapa wajah
Uda datang bertambah indah
Bayu menghembus beserta madah
Doa di beri supaya berkah

Senyum meniti di bibir mereka
Mentari mula hilang teriknya
Dara tidak kekok di alam desa
Itulah salah satu kelebihannya

Biarlah mereka melayar angan
Di temani bayu burung berkicauan
Tiada paparazi juga wartawan
Yang akan mengganggu ketenteraman

Cukuplah dulu pantun ini
Malam nanti di skodeng lagi
Nak tengok Dara masak dan menyanyi
Bersama Uda yang sentiasa di sisi

Owned and written by : Sanaa 08/10/10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: