• Thank you friends readers and passers-by for your continuous support to my blog. I will not be able to update often now and many articles and short story left hanging in the draft box due to the pressure of time lately but nevertheless I am trying to cope with it and will post few as time goes by.

    Pleasant day and have a good life.

    Love

    Sanaa

    Good things come to those who wait.
    Better things come to those who try.
    Best things come to those who believe.
    Desired things come to those who pray.

    "Islamic Thinking"

    A good traveler has no fixed plans, and is not intent on arriving.
    Lao Tzu

  • November 2010
    M T W T F S S
    « Oct   Dec »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    2930  
  • Archives

Segalanya Ada

Entah kenapa duduk terbayang
Teringat pada adik dan abang
Siang semalam adik ke Kuang
Abang duduk termenung sorang-sorang

Abang rehearsal adik shooting
Mesti sibuk tak sempat dating
Idea sang penceritapun berdering-dering
Supaya ditulis harapnya tak boring

Dalam cerita mereka sempat dating
Berbual bercerita hal masing-masing
Senyum dan tawa jeling menjeling
Amboi indahnya…jomlah kita skodeng

Uda menatap wajah si Dara
Sehingga tersipu malu dibuatnya
Apalah kanda ni…cakap tak mahu
Berlagak pula bagai orang bisu

Dara geleng tanda tidak tahu
Isyarat tangan minta diteka
I LOVE YOU
Itulah makna yang tertera

Cepat saja cubitan mengena
Uda mengelak dengan cepatnya
Senggeh dan senyum nampak manja
Mengada-ngada Dara berkata

Bahasa isyarat di buat lagi
Dara buat tidak tahu kini
Uda menepuk minta diperhati
Dirimu sahaja di dalam hati

Dara pula tersenyum manja
Merah juga muka dan telinga
Uda membelai Dara ketawa
Orang bisu kini adalah mereka

Isyarat Dara dengan lukisan
Uda menggeleng tidak ketahuan
Tiada satu dapat di rungkaikan
Dara seronok Uda kegelisahan

Dibelek dipusing lukisan yang ada
Uda pura-pura buat tak tahu pula
Lukisan ditambah dengan warna
Tapi masih tidak berkata apa

Hah…jari dipetik Uda ketawa
I love you too wahai kanda
Dara menggeleng salah katanya
Hati Uda hiba dengan tiba-tiba

Dara melukis airmata
Di wajah Uda dengan warna
Macam clown pula jadinya
Akhirnya mereka ketawa

Eh..dating di manakah mereka
Orang tak nampak ke mereka berdua
Ohhh patutlah boleh melukis muka
Di rumah Dara mereka berjumpa

Duduk di luar sejuk terasa
Angin malam sepoi-sepoi bahasa
Hmm patutlah ada lukisan dan warna
Kedua mereka minat melukis kabarnya

Face painting di malam hari
Wajah kucing Dara lukis kini
Handsome juga kucing ku ini
Kata Dara puaskan hati sendiri

Uda melihat wajah di cermin
Senyum girang tanda kepuasan
Kucing memang jadi kesayangan
Buah hati yang duduk di hadapan

Wahai adinda letih rasanya
Badanku tidak rehat sekian lama
Hmm kalau begitu cutilah saja
Rehat dan tidur tentu lekas lega

Uda menjeling mendengar kata
Bukan nak di kasihan pada kita
Ingatkan nak tolong picit supaya lega
Ada ke disuruh tidur pula?

Ewah ewah picit memicit bukan tugasan
Dalam senarai tidak dinda beri persetujuan
Tukang urut banyak bertaburan
Kanda pilihlah saja yang mana berkenan

Hissh apa yang dinda kata ini
Tidak akan kanda pergi walau sekali
Urutan dinda yang kanda nanti
Walaupun seribu tahun lagi

Tunggulah wahai kanda
Ingin ku lihat sejauh mana
Sabarnya dirimu menanti dinda
Entah-entah tidak sanggup walau esok lusa

Jangan dicabar diriku ini
Ini Uda pegang pada janji
Hatiku juga telah dikunci
Dinda saja yang boleh membukanya nanti

Dara memandang berkerut muka
Lagak Uda bagai pendekar pula
Helo kanda ini bukan cerita
Tak perlulah aksi untuk berkata

Aksi menyatakan segala
Kata-kata tiada makna
Apakah dinda masih tidak percaya
Padaku yang memang setia?

Baru sehari dua tidak bersua
Kanda sudah ada pengganti dinda
Janganlah kanda hendak berpura-pura
Mengata setia tapi tidak bermakna

Uda tersenyum tanda gembira
Buah hati cemburu juga akhirnya
Jadi dinda percaya pada semua cerita?
Sehingga tidak diizin kanda membela?

Segalanya sudah jelas di mata
Orang berkata tidak henti juga
Kanda saja yang menyangkal pula
Macamlah dinda tidak melihatnya

Pandangan manja Uda beri
Buah hati yang merajuk kini
Apakah benar dia percaya?
Uda hairan dengan kekasih hatinya

Wahai dinda yang di kasihi
Janganlah terus begini
Kanda harus pulang sebentar lagi
Usah terus merasa sangsi

Senyum mesra Dara beri
Uda membelai jari jemari
Biarlah ada rasa cemburu di hati
Hanya jangan di pendam sendiri

Senyum berdua begitu manja
Apakah hamba salah meneka?
Belum ada yang serasi mereka
Gambar tak suka juga cantik di mata

Bila resah melanda
Hamba melihat gambar di tangga
Kata teman macam suami isteri saja
Manjanya isteri di samping suami tercinta

Sekian dahulu cerita hamba
Melepas rindu pada berdua
Selamat berjuang Uda dan Dara
Lain masa bertemu pula

Owned and written by : Sanaa 10/11/10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: