• Thank you friends readers and passers-by for your continuous support to my blog. I will not be able to update often now and many articles and short story left hanging in the draft box due to the pressure of time lately but nevertheless I am trying to cope with it and will post few as time goes by.

    Pleasant day and have a good life.

    Love

    Sanaa

    Good things come to those who wait.
    Better things come to those who try.
    Best things come to those who believe.
    Desired things come to those who pray.

    "Islamic Thinking"

    A good traveler has no fixed plans, and is not intent on arriving.
    Lao Tzu

  • January 2011
    M T W T F S S
    « Dec   Feb »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • Archives

Ombak

Oleh kerana keletihan adanya
Sang Pencerita terlena tidak sengaja
Terkejut pula hamba dari lena
Macam orang mengigau sahaja

Wake-up wake-up sang pencerita
Kami bawa berita hangat semasa
Buka matamu janganlah lena
Jangan terlepas sesaat juga

Rupa-rupanya carpet datang
Berlari-lari macam nampak jembalang
Kenapa carpet…lari lintang pukang
Ada kabaran asyik terbang-terbang

Terpisat sang pencerita mendengarkan
Apakah kabaran yang berterbangan
Sehingga tidak dapat menahan
Bercerita dengan penuh perasaan

Apakah aku mengigau? bertanya sendiri
Memang tak compute dalam fikiranku ini
Cerita carpet memang menarik sekali
Namun sukar untuk di percayai

Benar sesungguhnya benar wahai sang pencerita
Datang pula teropong mengiyakan segala
Suka hatilah kamu berdua
Jangan bercerita tanpa ada buktinya

Lahh apa sudah jadi dengan sang pencerita
Macam orang hilang selera saja
Kami ni nak bagi berita gembira
Kabarnya Uda dan Dara bersua muka

Inilah kami sedang pasang camera
Tengoklah sendiri wahai sang pencerita
Oh alangkah manisnya senyuman mereka berdua
Andainya madu dah lama inginku rasa

Terbeliak biji mata hamba
Melihat Uda dan Dara bergurau mesra
Eh eh apakah mereka tak siuman agaknya
Ombak yang kuat hendak di duga

Dinda!!! Uda menarik tangan si Dara
Yang cuba terlalu dekat ombak yang gila
Dara ketawa Uda menahan segala rasa
Cemas dan takut hingga hilang kata-kata

Dara masih dalam pegangan
Di renung dan tenung tiada ucapan
Dara melihat penuh kehairanan
Nafas di tarik mata dipejamkan

Wahai kanda cubalah bersuara
Kucupan hinggap di atas kepala
Itulah jawapan yang Dara terima
Pelik dan hairan dengan aksi Uda

Nafas ditarik lega dirasa
Apabila ketakutan hilang adanya
Wahai adinda kesayangan kanda
Selangkah silap mengundang bahaya

Manja dan nakal Dara dengan tawa
Uda masih menahan rasa
Pipi dicubit geram tak terkira
Kekasih hati buat tidak tahu pula

Wahai dinda…intan payung buah hati kanda
Errrr Dara menggelengkan kepala
Tahukah adinda bagai terbang rasa nyawa
Ombak yang ganas itu hendak dinda duga

Tawa Dara lagi kedengaran
Di tatap wajah kekasih pujaan
Timbul pula rasa kasihan
Pabila kerisauan di jadikan permainan

Maafkan adinda wahai kekanda
Niat hati saja nak menduga
Apakah benar ombak mengacau jiwa
Seperti mana kanda pernah kata

Eee eee ada juga ku gigit nanti
Kata Uda dengan geram sekali
Dinda sudah hilang segala isi
Kalau di gigit kanda juga yang rugi

Terus saja Dara melepaskan diri
Uda terdiam hanya memerhati
Kanda marahhh…Dara bergurau lagi
Takkk…larilah hingga sepuas hati

Jauh kini Uda dan Dara
Di biarkan saja Dara dengan aksinya
Senyum Uda penuh bahagia
Kekasih hati berada di hadapan mata

Berlari Uda mendapatkan Dara
Tangan di pegang kuat terasa
Hilai tawa penuh cinta
Hamba memandang dengan gembira

Berpimpin tangan mereka berdua
Tangan di hayun berirama pula
Makin kabur di pandangan mata
Itulah saja rakaman yang ada

Teropong dan carpet mendapat berita
Membeli belah batik sutera
Apakah nanti di buat kebaya
Tentu cantik dipakai Dara

Itulah angan-angan yang di bawa
Oleh sang pencerita dan rakannya
Tutup mata angan sahaja
Cinta Uda dan Dara kukuh terbina

Doa hamba buat mereka
Semoga cepat berumahtangga
Pastinya anak-anak comel belaka
Ayah tampan ibu cantik jelita

Elehh sang pencerita terlebih pula
Tegur carpet yang memerhati segala
Senyum hamba sampai ke telinga
Bila ternampak keluarga bahagia

Sekian dulu cerita kita
Haripun hampir senja
Siang tadi hamba bekerja
Letih juga dah mula terasa

Selamat beristirehat wahai semua
Cuti Tahun Baru Cina hendak kemana
Sang Pencerita pulang melihat ayah bonda
Alhamdulillah mereka sihat adanya

Owned and written by : Sanaa 29/01/11

One Response

  1. Seronok tengok Melaka via heli……Le Tour de Langkawi….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: