• Thank you friends readers and passers-by for your continuous support to my blog. I will not be able to update often now and many articles and short story left hanging in the draft box due to the pressure of time lately but nevertheless I am trying to cope with it and will post few as time goes by.

    Pleasant day and have a good life.

    Love

    Sanaa

    Good things come to those who wait.
    Better things come to those who try.
    Best things come to those who believe.
    Desired things come to those who pray.

    "Islamic Thinking"

    A good traveler has no fixed plans, and is not intent on arriving.
    Lao Tzu

  • March 2011
    M T W T F S S
    « Feb   Apr »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • Archives

Bulan dan Bintang

Kelip-kelip ku sangka api
Rupanya bulan bintang menyinari
Langit cerah menerangi bumi
Duduklah hamba mendongak kini

Langit cerah di malam ini
Tika bulan dan bintang menerangi
Terus di pandang ke langit tinggi
Mengucap syukur ke hadrat Illahi

Bulan mengambang nampak cahaya
Sinarnya membawa ke pelusuk antara
Wajah Uda dan Dara menghiasinya
Ku ajak carpet terbang sama-sama

Arah dan tujuan tidak di ketahui
Sekadar melihat langit yang tinggi
Kerlipan bintang amat berseri
Ramai sungguh merpati dua sejoli

Asyik memerhati ke langit tinggi
Hati hamba gembiralah kini
Uda dan Dara duduk memerhati
Bulan dan bintang berkata kini

Sinaran cahaya wajah berseri
Indahnya alam di malam hari
Entah apa yang di bual cjolimoli
Tiba-tiba cubitan cjoli beri

Seperti biasa kami kepochi
Ingin di intai bicara mereka ini
Tiada pula bunyi yang di dengari
Cuma bisikan Ucop dan Koachi

Sayang abang janganlah begini
Duduk membisu sejak tadi
Gurauan ku hanya menghiasi
Keindahan malam indah berseri

Terkejut Dara dengan kata-kata
Lalu di toleh dengan tanda tanya
Apakah tadi bicaranya Uda
Namun tidak ada gerak geri darinya

Kenapa di pandang kanda begitu
Pabila tersedar Dara terkedu
Eh bukankah kanda berkata sesuatu
Terkejut dinda jadi tak tentu

Tiada kanda berkata apa
Hanya memandang di langit sana
Tidak juga ku marah pada adinda
Janganlah terus berburuk sangka

Tidak terlintas berburuk sangka
Cuma rasanya kedengaran di telinga
Kanda berkata dinda diam sahaja
Gurauan pula menghiasi malam yang ada

Tawa halus di dengar mereka
Hmmm rupa Ucop cuba mengena
Koachi menyampuk lalu berkata
Parah sungguh manusia bercinta

Kochi di tangkap oleh cjoli
Terasa pula geram di hati
Adakah kamu yang berkata tadi?
Sehingga curiga datang menghampiri

Hehehe ketawa Koachi senang hati
Janganlah marah wahai cjoli
Ucop mewakili kanda di sisi
Semoga adinda tahu rindu datang lagi

Mana ada rindu di hati
Cjoli marah pada Koachi
Seharian kami bersama tadi
Tak mungkin rindu menjelma kini

Hmmm bulan dan bintang menyinari
Kabarkanlah pada tuan ku ini
Bahawa cinta yang tulus dan suci
Merindui walaupun duduk di sisi

Uda hanya duduk mendengarkan
Bicara Koachi dengan gadis pujaan
Wajah yang manis di sinari bulan
Membuai hati dalam kerinduan

Wajah manis di tatap Uda
Tersedar Dara lalu bertanya
Apakah yang di renung wahai kanda?
Senyuman menguntum dari sang teruna

Wajah manis mu yang ku tatapi
Agar tergambar di sanubari
Penawar rindu bila tiada di sisi
Ketika tugas datang tidak henti

Kata manis seorang lelaki
Dengar boleh jangan sesekali di percayai
Sehingga timbul pula rasa sangsi
Bila di kata rindu hadir tadi

Ambillah pisau belahkan dada
Untuk dinda ketahui segala
Tiada yang lain dirimu satu-satunya
Rindu ku hampir jadi gila

Hahaha Ucop kini menepuk tangan
Kerana itu Dara dalam keraguan
Andai dah gila tiadalah akal dan fikiran
Bagaimana boleh Dara jadi pujaan?

Ehh ehh ada dirimu ku ikat nanti
Mulalah jadi batu api di sini
Tahukah rindu yang ku simpan
Setiap kali kami duduk berjauhan

Baru sebentar hamba mengetahui
Kerana itu timbulnya jenaka tadi
Jauh atau dekat hati tetap merasai
Kasih dan rindu tersemat di hati

Koachi dan Ucop memandang kini
Wajah berdua manis sekali
Sinaran bulan makin berseri
Pabila senyuman menguntum dari cjolimoli

Itulah cinta yang bahagia
Binatang kesayangan tahu rasanya
Walaupun bicara rekaan hamba
Simbolik tertera penuh makna

Bulan dan bintang menjadi saksi
Memagari segala lafaz dan janji
Isyarat cinta kuasa Ilahi
Anugerah Allah tiada sangsinya lagi

Kini malam senyap dan sunyi
Lalu hamba mohon membawa diri
Melelapkan mata sebelum dinihari
Semoga adanya idea di beri

Owned and written by : Sanaa 20/03/11

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: