• Thank you friends readers and passers-by for your continuous support to my blog. I will not be able to update often now and many articles and short story left hanging in the draft box due to the pressure of time lately but nevertheless I am trying to cope with it and will post few as time goes by.

    Pleasant day and have a good life.

    Love

    Sanaa

    Good things come to those who wait.
    Better things come to those who try.
    Best things come to those who believe.
    Desired things come to those who pray.

    "Islamic Thinking"

    A good traveler has no fixed plans, and is not intent on arriving.
    Lao Tzu

  • October 2012
    M T W T F S S
    « Sep   Nov »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031  
  • Archives

Diari Sang Pencerita

Video credit to : nurmulyanna via youtube

Senjakala berwarna jingga
Pemberian Ilahi untuk kita semua
Bersyukur kita anugerah diterima
Maghrib tiba bersujud kita kepadaNYA

Salam diberi hati terkenang
Entahkan bila nanti kan hilang
Senyum di bibir nampaknya senang
Dalam hati berkocak bergoncang

Ibarat pungguk rindukan bulan
Nyanyian merdu sayu kedengaran
Mencari hikmah di sebalik kejadian
Terungkai rasa tiada kekesalan

Adat berkasih rajuk dan manja
Berjauh hati punca segala
Marah dan benci bermaharajalela
Bicara terkeluar tanpa diduga

Terlajak perahu boleh diundur
Kata terlepas buruk padahnya
Kata pula berbunyi takbur
Bimbang nanti badan yang merana

Sakit kecewa derita dirasa
Itulah padah menyimpan marah
Sesal kemudian tiada berguna
Tatkala hati kian parah

Alam bercinta indah belaka
Sehari tak jumpa rindu terasa
Bila tersedar di alam nyata
Pedih dan perit mesti diterima

Budak-budak belayar rakit
Rakit dibuat dengan buluh
Hidup ini bagaikan sempit
Tatkala hati ditikam luluh

Duduk mengenang orang nan jauh
Hati tercuit lalu mengeluh
Bukan takdir ingin disuluh
Cuma fikiran yang belum sembuh

Berbau wangi si buah kuinin
Masak sebiji ramai teringin
Walaupun hati kian dingin
Namun ada panasnya di balik angin

Senyum sendiri perkara biasa
Bila terkenang kisah lama
Itulah yang terjadi pada sang pencerita
Mencari hikmah di mana ada

Sebelum jauh kaki melangkah
Ku pohon kasih tidak berbalah
Jangan disiksa hati nan gundah
Berbaik sangka senyum menyerlah

Terima kasih cjolimoli
Dara Teruna timangan diberi
Tetap ku bawa angan dan impi
Adam dan Nur tersemat di hati

Tidak salah bermain kata
Andai itu pengubat duka
Takdir yang hadir tetap diterima
Kerana manisnya tentu ada

Angin bertiup terasa nyaman
Bulan dan bintang menghiasi malam
Indah sungguh segala kenangan
Tiada sedikit berasa kelam

Adam dan Nur diberi kekuatan
Di dalam cerita kejayaan dicipta
Setinggi mana letaknya harapan
Masih ada yang tidak terduga

Hamba bermohon untuk meneruskan
Mencari ilham dalam kepayahan
Kekuatan berdua masih digenggaman
Hadiah terindah naskah kenangan

Mengenali tidak bersua pun tidak
Namun indahnya sentiasa nampak
Kata orang rezeki jangan ditolak
Tetap ku tulis walaupun hati berkocak

Batas-batas kenangan ku jejaki
Tidak mungkin hilang walau sehari
Jiwa ku berpegang pada mimpi dan impi
Walaupun sekadar menulis di sini

Katalah apa saja semahu mu
Tetap ku teroka setiap waktu
Mungkin sesaat bagaikan sembilu
Tetap ku coret indahnya buatku

Terima kasih tidak terhingga
Dari mula kisah bercerita
Yakin ku tak goyah dengan adanya
Inspirasi diberi tanpa diduga

Penulis pasti terus bercerita
Derita jua jadi gembira
Senyum dan tawa pengubat segala
Adam dan Nur masih kuat auranya

Seorang sahabat pernah berkata
Baik atau buruk kelebihan pasti ada
Esok atau lusa bukan kita
Hanya Allah yang menentukannya

Hati merasai pedih dilalui
Pengalaman indah tersemat di hati
Sekali lagi terima kasih ucap ku di sini
Langkah mu akan terus ku ikuti

Langit dan bumi saling memerlukan
Itulah kata jadi pegangan
Walaupun terpisah di seberang lautan
Suatu hari pasti ada pertemuan

Janganlah sengketa sengaja dicari
Carilah hikmah pegangan diri
Zikir selawat mudah diikuti
Sebagai usaha pengubat hati

Beringatlah jua di manapun kita berdiri
Budi pekerti tetap dipandang tinggi
Jangan sampai berdendam di hati
Kelak nanti merana diri

Itu saja dahulu pesanan hamba
Kepada adinda berdua
Berharap jangan adanya sengketa
Perjalanan hidup belum tentu halanya

Sampai di sini luahan rasa
Bukan penamat segala cerita
Selagi ada badan dan nyawa
Ku menulis dengan bahagia

Owned and written by : Sanaa 11/10/12

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: