• Thank you friends readers and passers-by for your continuous support to my blog. I will not be able to update often now and many articles and short story left hanging in the draft box due to the pressure of time lately but nevertheless I am trying to cope with it and will post few as time goes by.

    Pleasant day and have a good life.

    Love

    Sanaa

    Good things come to those who wait.
    Better things come to those who try.
    Best things come to those who believe.
    Desired things come to those who pray.

    "Islamic Thinking"

    A good traveler has no fixed plans, and is not intent on arriving.
    Lao Tzu

  • February 2014
    M T W T F S S
    « Jan   Mar »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    2425262728  
  • Archives

Kerana Itu Aku Sayang

Credit to : Max Ben Adnan via Youtube

Cahaya mentari yang meninjau
Di sebalik papan-papan di pondok usang
Memberi terang kepada yang berharap
Agar dapat menyusun kata
Sehingga terbentuk keindahan
Seharum mekar bunga di taman

Tidak aku mampu bersilat lidah
Apatah lagi bermadah kata
Namun ingin ku teguk bicara
Agar dapat aku sampaikan kabar

Sebuah bahagia mengisi benua
Titisan embun di kelopak mawar
Menyiram segar rasa kasih
Burung berkicau bersenandung
Gemersik bisikan angin
Menyambut rasa dua hati

Matamu yang bulat
Redup memandang mataku
Jari jemarimu gugup menyentuh jemariku
Kau hulurkan senyuman
Aku tunduk tersipu

Itulah
Awalan kasih bermula

Sayangmu tak lebih dari sunyi pagi
Yang selalu memberi rasa angun

Tatkala kau menyingkap kelambu hatiku
Kau tuangkan secawan kopi
Hanya seteguk cuma
“Tidak ku ingin kau ketagih nanti’, katamu

Semenjak itu
Tidak ada rangkaian kata yang memuja
Tidak ada kata-kata yang terbuai lena
Tidak ada kata-kata yang karam dalam belaian sukma
Yang mampu merengkuh gemuruh dada
Yang mengguris lalu berombak
Menjadi gelombang
Tiada juga kata-kata beralun lembut
Hingga indah tidak terjulang

Sayang yang kau beri
Hanyalah seteguk air yang
Menghilang dahagaku

Di sekian waktu
Tidak kau biarkan sedihku menjadi tangisan
Tidak juga kau tak biar tawaku menjadi lupa
Tidak pernah kau pasangkan rantai di kakiku
Sehingga aku tidak mampu berjalan dan berlari
Tidak pernah kau cuba gari tanganku
Sehingga aku gagal menggenggam rezeki

Kau biarkan aku meraih harapan
Kerana kasih yang kau berikan
Amat mententeram jiwa

Kau biarkan aku
Datang dan pergi dalam rindumu
Kau memilih puisimu sendiri
Kerana
Sayangmu adalah angin yang membimbing
Kau bebaskan aku
Untuk menjadi diri sendiri

Aku sayang padamu
Sungguh…

Owned and written by : Sanaa 4/2/14

Inspired by : Indonesian Poetry

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: